# DAERAH
Rohimat, Plt. Kepala SMPN 1 Rajeg: Dari Anak Petani hingga Memimpin Sekolah
Aktivis Pers - Indonesia.co.id l TANGERANG โ SMP Negeri 1 Rajeg kini memiliki pemimpin baru. Rohimat, S.Pd., M.M., dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Rajeg, menggantikan Drs. Agus Sasono Edi, M.M. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan acara serah terima dan lepas sambut yang digelar pada Kamis, 17 September 2026. Rohimat yang akrab disapa Bang Roy merupakan putra kelahiran Tangerang tahun 1977. Ia dikaruniai seorang anak perempuan. Di balik tanggung jawabnya sebagai pimpinan sekolah, perjalanan karier Bang Roy terbilang panjang, dimulai dari dunia pendidikan sebagai seorang guru hingga dipercaya memimpin sejumlah sekolah. Saat ini, Rohimat juga masih menjabat secara definitif sebagai Kepala SMPN 2 Mauk. Dengan demikian, tugasnya di SMPN 1 Rajeg menjadi tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan secara beriringan. Meski harus membagi waktu antara dua sekolah, Bang Roy menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut secara optimal. Ia berharap keberadaan dirinya di SMPN 1 Rajeg dapat semakin mengembangkan berbagai potensi dan prestasi yang selama ini telah dimiliki sekolah. "Saya berharap bisa bekerja sama dan dukungan dari para guru, orangtua murid, dan masyarakat, serta stakeholder untuk menjalankan tugas yang diberikan," ujar Rohimat. *Berawal dari Anak Petani* Di balik perjalanan kariernya sebagai tenaga pendidik dan kepala sekolah, Rohimat memiliki latar belakang keluarga sederhana. Ia merupakan anak seorang petani yang berasal dari Desa Gintung, Kabupaten Tangerang. Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan dimulai pada 1997. Kala itu, ia mengawali karier sebagai guru di SD Islam Ariyasa Jakarta Selatan dengan mengampu mata pelajaran Olahraga. Pada tahun yang sama, ia juga mengajar Matematika dan Fisika di SMP Islam Ariyasa. Setahun kemudian, pada 1998, Rohimat melanjutkan kiprahnya di bidang pendidikan dengan mengajar Biologi di MTs dan MA Darul Maโarif, Cipete, Jakarta Selatan. Kariernya terus berkembang. Pada 1999โ2001, ia mengajar Biologi di SMP Tri Mulia, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pada periode 1999โ2005, ia juga mengajar Fisika di SMP Mathlaโul Anwar Buaranjati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Selain itu, Rohimat pernah mengajar Biologi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mauk pada 2002โ2010. Pada tahun yang sama, ia mulai mengabdi sebagai guru IPA di SMP Negeri 1 Mauk hingga 2022. Dedikasinya selama menjadi tenaga pendidik juga mendapat penghargaan. Rohimat pernah menerima Piagam Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia saat masih bertugas sebagai guru di SMP Negeri 1 Mauk. *Membawa Semangat Kolaborasi* Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal bagi Rohimat dalam menjalankan tugas barunya di SMPN 1 Rajeg. Ia menyadari bahwa kemajuan sekolah tidak dapat dibangun oleh kepala sekolah seorang diri. Kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjalankan program pendidikan. Rohimat pun berharap dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang baik selama menjalankan amanah sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Rajeg. Di tengah tanggung jawabnya yang masih terbagi dengan SMPN 2 Mauk, ia mengakui perlunya pengaturan waktu dan pembagian tugas secara efektif. "Meski masih mendua, saya berharap bisa melaksanakan tugas dengan optimal. Secara definitif saya masih menjabat Kepala Sekolah di SMPN 2 Mauk juga. Semoga saja nanti bisa lebih fokus dan bisa membagi tugas dengan baik," ungkapnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia pendidikan, Rohimat kini menghadapi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Rajeg, ia membawa harapan untuk terus menjaga sekaligus mengoptimalkan potensi sekolah yang selama ini dikenal memiliki sejumlah prestasi. Bagi Bang Roy, amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikanโperjalanan yang dimulai dari seorang guru dan anak petani di Desa Gintung hingga dipercaya memimpin lembaga pendidikan di Kabupaten Tangerang. (Red/Ims)*
Warga Sukadiri Gelar Aksi, Desak Penertiban Mobil Truck Pengangkut Tanah Urugan Dan 3 Fokus Utama
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | TANGERANG โ Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sukadiri Bersatu menggelar aksi damai di Jalan Raya Cirarab, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Pada Hari Kamis (17/09/2026). Aksi tersebut diikuti sekitar 150 warga dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sukadiri. Mereka menyuarakan keberatan terhadap aktivitas kendaraan pengangkut tanah urugan yang dinilai berdampak terhadap kenyamanan, kondisi lingkungan, serta keselamatan pengguna jalan. Massa aksi membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait. Warga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah penertiban apabila ditemukan aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan. Menurut warga, mobilitas truk bertonase besar yang melintas di sejumlah ruas jalan wilayah Sukadiri dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan sejumlah persoalan, mulai dari debu, kepadatan lalu lintas, kerusakan jalan hingga kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan. Koordinator aksi, Komarudin, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang merasa terdampak oleh aktivitas kendaraan pengangkut tanah. โKami datang bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi menuntut ketegasan pemerintah. Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Jangan sampai kepentingan segelintir pihak mengorbankan kepentingan masyarakat luas,โ ujar Komarudin di hadapan massa. Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Masyarakat Sukadiri Bersatu menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, meminta penegakan Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 07 Tahun 2026. Kedua, meminta penghentian operasional armada truk tanah urugan yang dinilai meresahkan masyarakat. Ketiga, massa meminta adanya perlindungan terhadap masyarakat dari dampak pencemaran dan polusi lingkungan. Keempat, mereka mendesak agar seluruh aktivitas pembangunan diawasi dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Warga menyebut lalu lintas kendaraan pengangkut tanah urugan telah menjadi persoalan yang berulang. Saat kondisi cuaca panas, debu yang ditimbulkan kendaraan disebut mengganggu aktivitas masyarakat. Sementara kepadatan lalu lintas akibat meningkatnya mobilitas truk juga dikeluhkan warga. Salah seorang peserta aksi, Mustajib, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan. Namun, menurutnya, setiap kegiatan pembangunan harus tetap memperhatikan aspek ketertiban, kepatuhan terhadap aturan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat. โYang kami pertanyakan, apakah seluruh aktivitas tersebut sudah sesuai aturan? Apakah dampak lingkungannya sudah diperhitungkan? Masyarakat berhak mendapatkan jawaban dan perlindungan dari pemerintah,โ kata Mustajib. Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk desakan kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas kendaraan pengangkut tanah serta menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Massa menyatakan akan tetap mengawal persoalan tersebut dan meminta adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah maupun instansi terkait. Komarudin kembali menegaskan bahwa tuntutan warga bukan ditujukan untuk menghentikan pembangunan, melainkan memastikan kegiatan pembangunan berlangsung sesuai aturan dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat. โKami tidak anti pembangunan. Yang kami tuntut adalah pembangunan yang taat hukum, berpihak kepada masyarakat, dan tidak merusak lingkungan. Jika aturan ditegakkan, maka tidak akan ada konflik antara pembangunan dan kepentingan warga,โ pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana yang menjaga keamanan, ketertiban masyarakat berharap agar aksi berlangsung damai dan kondusif. "Kami hanya bertugas mengamankan lingkungan dan menjaga ketertiban di wilayah. Silakan warga menyampaikan pendapatnya. Semoga harapan masyarakat ada titik temunya," kata Kapolsek Mauk. Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama dan seruan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar segera menindaklanjuti aspirasi warga Sukadiri. Reporter : Imam Suwandi Dewan Redaksi
Penuh Haru dan Harapan, SMPN 1 Rajeg Gelar Lepas Sambut Kepala Sekolah
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | TANGERANG โ Suasana penuh haru dan keakraban mewarnai acara lepas sambut Kepala SMP Negeri 1 Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang digelar di aula sekolah, Pada Hari Kamis Pagi (17/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum serah terima kepemimpinan dari Kepala SMPN 1 Rajeg sebelumnya, Drs. Agus Sasono Edi, M.M., kepada Rohimat, S.Pd., M.M., yang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Rajeg. Acara dihadiri keluarga besar SMPN 1 Rajeg serta unsur aparat kewilayahan. Jajaran Polsek Rajeg hadir melalui Bhabinkamtibmas, sedangkan Koramil Rajeg diwakili Babinsa. Kehadiran unsur tersebut turut mempererat silaturahmi antara lingkungan pendidikan dan aparat kewilayahan. Dalam kesempatan itu, civitas akademika SMPN 1 Rajeg menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Agus Sasono Edi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin sekolah. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan staf yang telah mendukungnya selama menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. ยซโSaya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran staf dan guru yang telah membantu saya selama menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Rajeg,โ ujar Agus.ยป Agus juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan. Ia berharap hubungan baik dan tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan. ยซโMohon maaf bila banyak sekali kekurangan selama saya bertugas. Saya berharap silaturahmi di antara kita dapat terus terjaga dengan baik,โ tuturnya.ยป Sementara itu, Rohimat, S.Pd., M.M., dalam sambutan perdananya sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Rajeg, menyampaikan rasa syukur sekaligus kesiapan untuk melanjutkan kepemimpinan di sekolah tersebut. Rohimat menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kolaborasi antara guru dan tenaga kependidikan, serta mendorong SMPN 1 Rajeg untuk meraih prestasi yang lebih baik pada masa mendatang. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada kepala sekolah sebelumnya, sesi foto bersama, dan ramah tamah bersama keluarga besar SMPN 1 Rajeg, Kabupaten Tangerang Banten. Reporter : Imam Suwandi Dewan Redaksi
Mahasiswa KKN Global Institute Gelar Pengajaran Bahasa Inggris di Tiga SD Desa Muara
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | TANGERANG โ Mahasiswa Global Institute Kelompok KKN 4 Desa Muara menggelar kegiatan pengajaran Bahasa Inggris di tiga sekolah dasar (SD) di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Pada Hari Rabu (16/09/2026). Kegiatan yang mengusung program โMuara Ngajarโ tersebut dilaksanakan di SDN Muara 1, SDN Muara 2, dan SDN Muara 3. Program ini merupakan salah satu kegiatan kerja KKN Kelompok 4 Desa Muara yang berfokus pada pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus mendorong minat dan pemahaman dasar Bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bertindak sebagai pengajar dengan menyampaikan materi yang disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat pemahaman siswa. Materi dikemas secara interaktif agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti pembelajaran dengan aktif dan responsif ketika mahasiswa menyampaikan materi maupun mengajak berinteraksi melalui kegiatan belajar. Koordinator kegiatan, Bilqis, mengatakan pengajaran Bahasa Inggris tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan di Desa Muara. โMelalui kegiatan pengajaran Bahasa Inggris ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membantu siswa mengenal Bahasa Inggris dengan cara yang lebih interaktif. Kami berharap materi yang diberikan dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan ketertarikan siswa untuk belajar Bahasa Inggris,โ ujar Bilqis. Koordinator kegiatan lainnya, Nimas, juga mengapresiasi antusiasme siswa selama proses pembelajaran. โKami sangat senang melihat antusiasme siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan belajar yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membuat siswa berani berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif,โ kata Nimas. Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 4 Desa Muara, Muhammad Heaven, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN Global Institute untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. โKegiatan Muara Ngajar merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Global Institute untuk Desa Muara. Kami berharap kehadiran kami di SDN Muara 1, SDN Muara 2, dan SDN Muara 3 dapat memberikan manfaat bagi para siswa, khususnya dalam menambah wawasan dan pengalaman belajar Bahasa Inggris. Kami juga mengapresiasi seluruh pihak sekolah dan teman-teman mahasiswa yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan baik,โ pungkas Evan. Program โMuara Ngajarโ sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan di tengah masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 4 Desa Muara berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang positif bagi siswa serta menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Muara. Reporter : Imam Suwandi Dewan Redaksi
DPD SWI Kabupaten Tangerang BANTEN Dan Yayasan RESI Bahas Kolaborasi Aksi Sosial Serta Kegiatan Kemanusiaan
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | TANGERANG BANTEN โ Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Tangerang menerima kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan Yayasan Relawan Sehat Indonesia (RESI) di Kantor Sekretariat DPD SWI Kabupaten Tangerang, Perum Griya Asri Sukamanah 2, Tangerang, Banten, Pada Hari Minggu ( 23 / 08 / 2026 ) Sore. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dapat dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing organisasi. Ketua Umum Yayasan RESI, Ani Nurhayati, hadir didampingi pendiri sekaligus Dewan Pembina RESI, Papang Ning DJ, Wakil Ketua Umum RESI, Sanusi, serta sejumlah jajaran pengurus. Rombongan disambut Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang, Karjoni, S.E., didampingi Dewan Pembina DPD SWI Kabupaten Tangerang, Imam Suwandi, S.Sos., M.I.Kom. Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang, Karjoni, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, selain menjalankan fungsi organisasi profesi pers dan pemberitaan, DPD SWI Kabupaten Tangerang juga memiliki program sosial melalui SWI Peduli. โDPD SWI Kabupaten Tangerang selain menjalankan program sesuai tupoksinya di bidang organisasi profesi pers dan pemberitaan, kita juga memiliki program SWI Peduli yang telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti santunan yatim dan dhuafa, sedekah beras untuk dhuafa, serta tindakan komunikasi untuk membantu menyikapi berbagai permasalahan sosial di masyarakat,โ ujar Karjoni. Ia menilai kerja sama dengan Yayasan RESI dapat memperluas manfaat kegiatan sosial yang selama ini dijalankan SWI, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi warga masyarakat Indonesia. Sementara itu, Ketua Umum Yayasan RESI, Ani Nurhayati, mengatakan kunjungannya selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dalam program-program sosial yang memiliki visi sejalan. โKami dari Yayasan RESI yang berfokus pada relawan kesehatan bisa berkolaborasi dalam program pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah. Kami berharap SWI dan RESI dapat saling bekerja sama sesuai tupoksi masing-masing,โ kata Ani. Menurut Ani, kolaborasi antara organisasi pers dan lembaga sosial diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. SWI dapat berperan dalam aspek komunikasi dan penyebarluasan informasi, sementara RESI memiliki fokus pada kegiatan kerelawanan dan pelayanan kesehatan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara DPD SWI Kabupaten Tangerang dan Yayasan RESI dalam menghadirkan berbagai program sosial, kesehatan, dan kemanusiaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Reporter : Imam Suwandi Dewan Redaksi
NELAYAN MANSUR HILANG TERJATUH DI LAUT SAAT MENUJU BAGANG IKAN, HINGGA KINI BELUM DI TEMUKAN
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan โ Kecemasan menyelimuti warga Desa Tanjung Batu. Seorang Nelayan bagang tancap bernama Mansur diduga terjatuh ke laut saat hendak menuju bagang miliknya. Berdasarkan pengakuan salah satu warga, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Pada Hari Selasa malam. "Pak Mansur berangkat ke bagang malam dengan beberapa rekan nelayan, Diperkirakan jatuh jam 9. Sampai sekarang belum ditemukan," ujar warga setempat, Pada Hari Selasa (18/08/2026). Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Keluarga dan warga masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi tempat Mansur terjatuh. Laut malam dengan kondisi gelap, angin kencang dan minim penerangan menjadi tantangan besar dalam pencarian. Keluarga korban berharap ada bantuan segera dari pihak terkait agar pencarian bisa dilakukan lebih maksimal. Peristiwa ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi para nelayan bagang tancap setiap malam demi menghidupi keluarga. Dirgahayu RI Ke - 81tahun. Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Reporter : Hamsah
Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Bencana : Transparansi Dan Integritas Harus Dikawal
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | PADANG โ Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia menegaskan sikap tegas Humas, Ziqro Fernando C.par, C.LIJ, dalam menyoroti setiap informasi maupun dugaan terkait penyalahgunaan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam Pada Hari Sabtu ( 15/08/2026 ). Bantuan bencana merupakan bentuk kepedulian negara, pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, maupun masyarakat kepada warga yang sedang berada dalam kondisi sulit. Karena itu, seluruh proses pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian hingga pertanggungjawaban bantuan harus dilakukan secara transparan dan dapat di pertanggung jawabkan. Sebagai catatan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pada Tanggal 3 Agustus 2026, penyaluran bantuan banjir di sejumlah wilayah terdampak meliputi logistik dasar seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, serta layanan dapur umum dan evakuasi warga ke posko pengungsian. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin melakukan penghakiman terhadap individu atau aparatur tertentu tanpa bukti dan proses pemeriksaan yang sah. Namun, apabila terdapat indikasi penyelewengan, pemotongan, manipulasi data penerima, atau penyalahgunaan bantuan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, maka informasi tersebut harus diperiksa secara objektif dan terbuka. โKita harus membedakan antara kritik dan tuduhan. Jika memang ada dugaan penyimpangan, buktikan melalui pemeriksaan dan segera di adakan audit. Jika terbukti, harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum,โ tegas Humas Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia, Ziqro Fernando C.par, C.LIJ. Reporter : Redaksi
KETUA BPK CAMPUR SARI TERINDIKASI KUAT TERLIBAT RANGKAP 2 JABATAN MENJADI GURU SMP NEGERI 02 BATU PUTIH
Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id | Campur Sari Berau Kalimantan Timur - Jabatan publik di Desa Campur Sari diduga dijadikan "pekerjaan sampingan". Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPK) setempat kepergok merangkap jabatan sebagai guru di SMP Negeri 02 Batu Putih. Artinya, 1 orang pegang 2 kursi. 1 orang terima 2 sumber penghasilan. 1 orang disuruh fokus ke 2 tugas negara yang sama-sama vital. "Apakah boleh 2 instansi menerima 2 gaji tersebut? Ini uang rakyat semua," kata sumber warga Campur Sari Kabupaten Berau Kalimantan Timur, Pada Hari Jum'at (14/08/2026). Fungsi Pengawasan Lumpuh, Kualitas Mengajar Dipertaruhkan Seharusnya BPK jadi rem dan pengawas Kepala Desa. Seharusnya guru fokus mendidik anak. Nyatanya dua-duanya dikerjakan 1 orang. Bagaimana mungkin sidang BPK soal APBDes bisa maksimal kalau bentrok jam mengajar? Bagaimana mungkin buat RPP dan koreksi tugas bisa fokus kalau malamnya rapat desa? "Warga bingung pak. Kalau Rapat BPK jam kerja, terus di sekolah gimana? Jangan-jangan dua-duanya tidak maksimal. Ujungnya yang dirugikan rakyat sama murid," tegas salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya. Tabrak Aturan atau Main Aman? UU No. 06/2014 dan Permendagri 110/2016 jelas melarang BPK rangkap jadi Perangkat Desa. Untuk guru memang tidak disebut. Tapi aturan ASN/PPPK jelas: Dilarang rangkap jabatan tanpa izin tertulis atasan. Dan dilarang jika mengganggu tugas pokok. Pertanyaan paling penting: Sudah ada izin dari Dinas Pendidikan dan Pemkab Berau atau tidak? Dan apakah BPK Desa termasuk yang boleh menerima honor + gaji sekolah? Trio Pejabat Bungkam Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan, Kepala SMPN 2 Batu Putih, dan Kepala Desa Campur Sari memilih bungkam. Tidak ada klarifikasi soal SK, jadwal, dan legalitas rangkap jabatan. Warga menuntut Dinas PMD, Dinas Pendidikan, dan Inspektorat Kabupaten Berau segera audit. "Kalau memang sah, tunjukkan aturannya. Kalau tidak, copot salah satunya. Jangan biarkan jabatan publik jadi ajang cari tambahan," desak warga. Negara butuh pelayan yang profesional, bukan "kuli 2 tempat". Jika dibiarkan, ini preseden buruk: jabatan bisa ditumpuk, pengawasan bisa dibeli waktu, dan pendidikan bisa dikorbankan. Reporter : Irwansyah & Hamsah